YOGYAKARTA, 20 Oktober 2025 - Delegasi Institut Teknologi Yogyakarta turut berpartisipasi aktif dalam acara
Pendampingan Penyelesaian Usulan Akreditasi Ulang Akreditasi Perguruan Tinggi
(APT) 4.0. Agenda strategis yang diinisiasi oleh Badan Akreditasi Nasional
Perguruan Tinggi (BAN-PT) ini diselenggarakan pada hari Rabu, 20 Oktober 2025,
bertempat di Hotel Vivere. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan dan
perwakilan berbagai perguruan tinggi yang tampak memenuhi ruang konferensi
untuk menyimak pemaparan mengenai arah kebijakan akreditasi terbaru.
Dalam agenda tersebut, Ketua
Dewan Eksekutif BAN-PT menyoroti sejumlah perubahan fundamental terkait tata
kelola akreditasi, salah satunya adalah penutupan mekanisme automasi per 1
Januari 2026 untuk meminimalisasi rekayasa. Sebagai langkah transisi, BAN-PT
akan mengganti kebijakan tersebut dengan pemantauan terpadu melalui evaluasi
pelaksanaan penjaminan mutu kampus dan sinkronisasi data pada PDDIKTI. Lebih
lanjut, diumumkan pula bahwa masa berlaku akreditasi perguruan tinggi kini
ditetapkan menjadi 8 tahun. Pendampingan ini diselenggarakan dengan tujuan
utama memfasilitasi pihak kampus agar siap menyubmit dokumen usulan guna
memperoleh surat keterangan sementara sembari menunggu jadwal Asesmen Lapangan
(AL).
Sesi krusial selanjutnya diisi
oleh Prof. Agus Muntohar, yang memberikan arahan langsung di hadapan para
peserta terkait implementasi sistem pelaporan Sapto 2.0. Beliau menjelaskan
bahwa Sapto 2.0 dirancang terintegrasi secara komprehensif dengan berbagai
pusat data nasional, meliputi PDDIKTI, BIMA, SIMKATMAWA, dan SINTA. Prof. Agus
memberikan penekanan kuat bahwa seluruh narasi dan klaim dalam usulan
akreditasi wajib didukung oleh bukti-bukti nyata, serta harus secara jelas
mencerminkan budaya perbaikan mutu yang berkelanjutan melalui prinsip siklus
PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan). Beliau
juga mengingatkan bahwa pedoman kurikulum harus berbasis pada capaian luaran (Outcome-Based
Education atau OBE) yang selaras dengan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL).
Rangkaian acara kemudian ditutup
dengan pemaparan teknis dari Tim Tenaga Ahli yang membedah indikator kriteria
penilaian akreditasi. Beberapa aspek utama yang dievaluasi mencakup efektivitas
Sistem Penjaminan Mutu, relevansi implementasi Tridharma (Pendidikan,
Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat), akuntabilitas tata kelola yang
dibuktikan dengan keharusan adanya audit eksternal keuangan, hingga kejelasan
diferensiasi misi kampus yang diukur melalui Rencana Strategis (Renstra) dan
peta jalan pengembangan.
Melalui partisipasi dalam
bimbingan teknis ini, Institut Teknologi Yogyakarta berkomitmen penuh untuk
segera menyesuaikan pangkalan data internal dan terus memacu perbaikan budaya
mutu kelembagaan agar senantiasa selaras dengan standar pendidikan tinggi nasional.

